Selasa, 29 Maret 2016

Puisi Cinta: Bertahan demi Cinta

 Bertahan



Hingga titik ini
aku tidak tahu lagi
mesti bahagia ataukah bersedih
saat melihatmu kembali

Rumitnya kisah ini
membuat ingatanku makin melemah
akan manisnya cerita kita

Hingga kapan kita mampu bertahan
saling merasa bahagia
walau hanya saat di awan

(H@dy, 30-03-16)

Minggu, 27 Maret 2016

Puisi Setia

Tetap Setia

Terbanglah setinggi kekuatan sayapmu
Larilah sekencang ketangkasan kakimu
Pergilah sejauh pandangan matamu

Aku akan tetap mengikuti
Walau sayapku patah sebelah
Kakiku terbelenggu satu
Dan matakupun rabun mengayun

Di sudut kota kita akan bersama
Diantara tujuh lokasi favorit kita

Bukankah kita pernah bermimpi
Mimpi sepasang pemburu pelangi

(H@dy, 28-03-16)

Selasa, 22 Maret 2016

Jauh kau disna. Jaga dirimu untukku selamanya

Jaga Dirimu Untukku


Baik-baiklah kau di sana
Jaga diri jaga hati
Tunggu saat kudatang menjemputmu

Masa sepi segera berganti
Dengan senyum ceria setiap hari
Kan kujadikan permaisuri
Diantara para bidadari

Masihkah indahmu sealami dulu
....................................???????

( H@dy, 23-3-16 )

Minggu, 20 Maret 2016

Puisi Cinta: Sungguh Berartinya Dirimu

BERARTINYA DIRIMU


Memiliki hatimu sesaat
sudah cukup bagiku
untuk bahagia selamanya

Sejuta kata cinta yang datang menggoda
tidak lagi bermakna
Seribu nada rayu yang datang mengganggu
tidak lagi bermutu

Yang kusimpan hanya kenangan
Selainmu adalah debu

Jumat, 18 Maret 2016

Puisi Religius Islam



Rasa


Segala liku telah berlalu
Semua derita telah terasa

Cinta pada yang fana berujung derita
Cinta pada yang abadi sulit digapai

Ambillah kembali rasa ini wahai yang maha segalanya...

(H@dy, 16-2-2014)

Puisi Cinta Berharap Kembali Bersatu



BATU DAN TAHU


Ketika selimut malam tidak hangat lagi
Hamparan siangpun tidak cerah lagi
Rendaan hari selalu hampa
Rajutan peristiwa tanpa makna

Walau kaki terus berjalan
Tangan takhenti menggapai
Jiwa taksegan berharap
Namun tak pernah ditemukan lagi yang seperti dirinya

Lolong burung malam mengiang-ngiang
Di relung-relung palung hati
Dinginnya mulai beranjak ke titik beku
Mungkinkah batu dan tahu kembali bersatu?


(H@dy, 02-06-2014)

Rabu, 16 Maret 2016

Puisi Cinta tentang Rasaku dan Hatimu

Cintaku dan Hatimu

Kata cinta tidak mampu lagi
mewakili rasa cintaku kepadamu
Kata rindu tidak kuasa lagi
mengartikan hasratku kepadamu\

Yang kusuka darimu adalah
Kemampuanmu memberikan
manisnya cinta dan pahitnya dusta
secara bersamaan

Diantara sejuta hati
tidak ada lagi yang seperti hatimu

(H@dy, 17 Maret 2016)

Selasa, 15 Maret 2016

Puisi Lelah



Aku Ingin Istirahat



Kemanapun aku pergi, 
bayanganmu selalu mengikuti..
dimanapun kusembunyi, 
selalu saja kautemukan.

Aku lelah... dan ingin sendrian.
Lihatlah.. peluhku brcucuran,
 keningku berkerut, 
dadaku terengah,
jiwaku sesak.
Ijinkan aku terlena sejenak...

(H@dy, 26-3-2014)

Senin, 14 Maret 2016

Puisi Pernikahan



PERNIKAHAN




Pernikahan bagaikan perjalanan panjang yang sangat melelahkan
Penuh kelokan dan dakian
Jurang curam, lereng terjal, dan ngarai licin
Rimba belantara harus ditembus, ombak samudera mesti diseberangi

Hanya kekuatan cinta yang menjadi daya
Cinta pada anak, cinta pada jodoh

Jika cinta mulai memudar
Ingatlah cinta pada Sang Maha Segalanya
Temukan kebaikan yang banyak dari yang tidak disuka

Perjalan panjang yang melelahkan akan menjelma
Menjadi tamasya indah di taman surga

(Kediri, 06-05-2014)

Jumat, 11 Maret 2016

Puisi Jiwa Kelam



KELAM


Kekakuan jiwa dan kebekuan hati
Arah langkah tidak penting lagi
Fokus pikiran untuk apa
Harapan dan impian telah lama sirna

Bulan berduka dicabik serigala
Lolong suara menyayat tanda petaka
Sinar bintang dihadang mendung pekat
Angin berhembus dengan malas sekarat

Lembah keputusasaan dihuni nurani mati
Lembab sembab tidak berventilasi
Jutaan melata merayap-rayap
Menyantap sisa-sisa titik bara

Tidak ada lagi yang terlihat indah
Tidak ada lagi yang terdengar merdu
Indah dan merdu telah berlalu
Tergilas putaran roda waktu

Penjara  ini tidak berpintu
Kemanapun mata tertuju hanya ada dinding batu
Tidak setitik cahaya pun mampu menerobos
Tidak sehelai angin pun mampu berhembus
Tiap saat menghitung hari
Tiap  hari menghitung saat
Dengan harap semoga kesadaran tidak lenyap.


(Kediri,22-05-2014)