KELAM
Kekakuan
jiwa dan kebekuan hati
Arah langkah
tidak penting lagi
Fokus
pikiran untuk apa
Harapan dan
impian telah lama sirna
Bulan
berduka dicabik serigala
Lolong suara
menyayat tanda petaka
Sinar
bintang dihadang mendung pekat
Angin
berhembus dengan malas sekarat
Lembah
keputusasaan dihuni nurani mati
Lembab
sembab tidak berventilasi
Jutaan
melata merayap-rayap
Menyantap sisa-sisa
titik bara
Tidak ada
lagi yang terlihat indah
Tidak ada
lagi yang terdengar merdu
Indah dan
merdu telah berlalu
Tergilas
putaran roda waktu
Penjara ini tidak berpintu
Kemanapun
mata tertuju hanya ada dinding batu
Tidak
setitik cahaya pun mampu menerobos
Tidak
sehelai angin pun mampu berhembus
Tiap saat
menghitung hari
Tiap hari menghitung saat
Dengan harap
semoga kesadaran tidak lenyap.
(Kediri,22-05-2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar