Jumat, 11 Maret 2016

Puisi Jiwa Kelam



KELAM


Kekakuan jiwa dan kebekuan hati
Arah langkah tidak penting lagi
Fokus pikiran untuk apa
Harapan dan impian telah lama sirna

Bulan berduka dicabik serigala
Lolong suara menyayat tanda petaka
Sinar bintang dihadang mendung pekat
Angin berhembus dengan malas sekarat

Lembah keputusasaan dihuni nurani mati
Lembab sembab tidak berventilasi
Jutaan melata merayap-rayap
Menyantap sisa-sisa titik bara

Tidak ada lagi yang terlihat indah
Tidak ada lagi yang terdengar merdu
Indah dan merdu telah berlalu
Tergilas putaran roda waktu

Penjara  ini tidak berpintu
Kemanapun mata tertuju hanya ada dinding batu
Tidak setitik cahaya pun mampu menerobos
Tidak sehelai angin pun mampu berhembus
Tiap saat menghitung hari
Tiap  hari menghitung saat
Dengan harap semoga kesadaran tidak lenyap.


(Kediri,22-05-2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar