BATU DAN TAHU
Ketika selimut
malam tidak hangat lagi
Hamparan siangpun
tidak cerah lagi
Rendaan hari
selalu hampa
Rajutan
peristiwa tanpa makna
Walau kaki
terus berjalan
Tangan takhenti
menggapai
Jiwa
taksegan berharap
Namun tak
pernah ditemukan lagi yang seperti dirinya
Lolong
burung malam mengiang-ngiang
Di
relung-relung palung hati
Dinginnya
mulai beranjak ke titik beku
Mungkinkah
batu dan tahu kembali bersatu?
(H@dy, 02-06-2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar